Senin, 04 Mei 2009

TUGAS TEKNIK REPORTASE

AMALIA ROSYADI PUTRI

V1 / KI / 933500106


Nasib buruk dialami Purnomo/ 45 Th warga Gondang Desa Purworejo kecamatan Kandat Peserta fun bike RS Gambiran ini tewas akibat tertabrak sepeda motor //Peristiwa itu terjadi Minggu/15 Maret 2009 sekitar pukul 06.30// Saat melintas di jalan Raya Kelurahan Betet Korban Mengendarai sepeda dengan kecepatan tinggi mendahului ribuan peserta lain//Tiba-tiba dari arah berlawanan sepeda motor melintas dengan kecapatan tinggi Tabrakan pun tak terhindarkan//Purnomo terpental membentur aspal hingga mengakibatkan luka parah di kepala bagian belakang//Naas Ayah empat anak tersebut/ akhirnya meregang nyawa sebelum sempat dilarikan ke Rumah Saki//Menurut Miran saksi mata pada saaat mengayuh sepeda dengan kecepatan tinggi korban ternyata sambil menenggak air minum Sehingga tidak mengetahui kondisi jalan//sementara itu Dimas panitia acara fun bike yang di gelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Gambiran tersebut mengatakan/berbela sungkawa yang sedalam-dalam nya Dan Kejadian tragis ini diluar dugaaan.Panitia akan seagera memberikan hak-hak korban sebagai peserta fun bike yaitu santunan dan asuransi jiwa///

Minggu, 03 Mei 2009

TUGAS TEKNIK REPORTASE

AMALIA ROSYADI PUTRI
V1 / KI / 933500106


Nasib buruk dialami Purnomo/ 45 Th warga Gondang Desa Purworejo kecamatan Kandat Peserta fun bike RS Gambiran ini tewas akibat tertabrak sepeda motor //Peristiwa itu terjadi Minggu/15 Maret 2009 sekitar pukul 06.30// Saat melintas di jalan Raya Kelurahan Betet Korban Mengendarai sepeda dengan kecepatan tinggi mendahului ribuan peserta lain//Tiba-tiba dari arah berlawanan sepeda motor melintas dengan kecapatan tinggi Tabrakan pun tak terhindarkan//Purnomo terpental membentur aspal hingga mengakibatkan luka parah di kepala bagian belakang//Naas Ayah empat anak tersebut/ akhirnya meregang nyawa sebelum sempat dilarikan ke Rumah Saki//Menurut Miran saksi mata pada saaat mengayuh sepeda dengan kecepatan tinggi korban ternyata sambil menenggak air minum Sehingga tidak mengetahui kondisi jalan//sementara itu Dimas panitia acara fun bike yang di gelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Gambiran tersebut mengatakan/berbela sungkawa yang sedalam-dalam nya Dan Kejadian tragis ini diluar dugaaan.Panitia akan seagera memberikan hak-hak korban sebagai peserta fun bike yaitu santunan dan asuransi jiwa///

TEORI PROSES PEMBENTUKAN KESAN

Teori Proses Pembentukan Kesan oleh Jalaludin Rakhmat dalam buku Psikologi Komunikasi (Edisi Revisi) akan saya coba jelaskan di bawah ini

1. Stereotyping
Ketika seseorang menghadapi sosok-sosok dengan beraneka ragam perilaku, maka seseorang tersebut akan mengkategorikan mereka pada konsep-konsep tertentu; cerdas, tampan, bodoh, cantik, berwibawa, dll. Dengan begitu seseorang ini lebih mudah menyederhanakan persepsi yang lahir dari prilaku Orang lain yang menjadi objek penilaiannya.
Menurut Jalaludin Rahmat, dalam psikologi kognitif pengalaman-pengalaman baru akan dimasukkan kedalam laci kategori yang ada dalam memorinya, berdasarkan kesamaan dengan pengalaman indra masa lalu. Sehingga dengan cepat seseorang tersebut dapat meramalkan dan menyimpulkan stimulus yang baru baginya. Contoh kasus;
Ia-lah Adi, lelaki yang dilihat Hani disebuah pelataran salah satu Partai garis depan bangsa ini sore itu, di atas sebuah podium, sedang memberikan sekelumit kata-kata bijaksana kepada puluhan bahkan ratusan simpatisan partai tersebut, termasuk pula Hani di dalamnya. Adi mengenakan Kemeja Dinas Lapangan berwarna putih dipadu celana kain yang tak kalah putih bersinarnya sore itu. Ia Menggebu-gebu, tapi sesekali nadanya menurun rendah saat nilai kemanusiaan bangsa ini dibicarakan ia pun mengkombinasikannya dengan gerak memegang kacamata merk Italianya itu seakan ada air yang jatuh dari kelopak matanya serupa air mata. Sang Adi pun mengakhiri Pidotanya dengan Sebuah puisi Perjuangan. Maka, tak dapat dihindari lagi Riuhlah suasana di pelataran partai tersebut, dari gema tepuk tangan para simpatisan. Termasuk pula Hani diantara mereka.
Maka, kesan pertama terbentuk. Kesimpulan sementara Hani terhadap Adi ialah Adi seorang Politisi, tinggi pemaknaan dan perhitungannyanya terhadap kehidupan khalayak, cerdas, Elegan dan lagi berwibawa. Apabila Hani pernah menonton Film G30s PKI Jaman orde baru. Maka tak disangsikan lagi adi serupa dengan politisi-politisi Jaman itu. DN. Aidit atau Muso, atau pula Soe Hok Gie pada film GIE oleh Miles Production.
Stereotyping menjelaskan 2 hal. Pertama, pembentukan “kesan pertama” Hani terhadap Adi. kesan itulah yang akan menentukan pengkategorian dalam otak Hani. Kedua, stimuli yang Hani senangi atau tidak senangi telah mendapat kategori tertentu yang positif ataupun negatif dan ia akan memasukkan kategori tersebut pada memori kategori yang positif atau negatif pula. Tempat semua sifat-sifat yang positif atau negatif. Setelah itu barulah Hani menyimpulkan Adi seorang Politisi, tinggi pemaknaan dan perhitungannyanya terhadap kehidupan khalayak, cerdas, Elegan dan lagi berwibawa.

2. Implisit Personality Theory
Setiap manusia mempunyai konsep sendiri tentang sifat-sifat apa berkaitan dengan sifat-sifat apa?. Pacaran, meliputi konsep-konsep perhatian, mesra, toleransi, memiliki dll. Begitu pula terhadap kisah Adi dan Hani.
Suatu hari Adi membawakan sebuah materi kepada Anggota baru Partainya tentang pandangan dunia. Ada pula Hani ikut serta. Dengan nada rendah tapi terarah Adi terus melangit dengan kata-kata yang belum akrab ditelinga Anggota baru, sehingga beberapa terpesona, Hani pula didalamnya. Setelah itu, ditengah-tengah materinya Adi pamit sebentar untuk Shalat, maka bertambahlah poin Adi dimata Hani. Sifat Shalat lazimnya diikuti oleh sifat-sifat jujur, saleh, bermoral tinggi, dll. Padahal kesimpulan tersebut belum tentu benar.
Implisit Personality theory adalah sebuah konsepsi yang tak butuh diungkapkan. Karena dalam prosesnya ia berlangsung secara alamiah, berdasarkan pengalamannya selama ada dalam kehidupan.

3. Atribusi
Atribusi adalah proses menyimpulakan motif, maksud dan karakteristik orang lain dengan melihat pada perilaku yang tampak. (Baron & Byrne, 1979:56)
Pemaparan tentang teori “Proses Pembentukan Kesan” Jalalludin Rakhmat diatas setidaknya membuktikan bahwa Kesan pertama itu sangat berpengaruh terhadap pembentukan Kesan dalam diri seseorang untuk orang lain.
Jadi hal ini sudah sangat cukup untuk membuktikan bagaimana pentingnya kesan pertama itu sebagai sebuah senjata dalam melakukan komunikasi dengan orang lain. Gerak tubuh dan kepekaan, Penampilan, Raut wajah, kontak mata, fokus pada masalah dan cara penyampaian yang tepat situasi dan kondisi merupakan beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh seorang Public Relations.
Sikap terbuka (open mindedness) amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi yang efektif. Lawannya: dogmatisme.
Mari kita lihat bagaimana karakteristik orang yang bersikap terbuka dikontraskan dengan karakteristik orang tertutup (dogmatis) yang saya ramu dari buku Psikologi Komunikasi - nya Jalaluddin Rahmat, dalam daftar berikut ini.

Sifat Orang Yang Terbuka
Pertama, seorang yang bersifat terbuka biasanya menilai pesan secara obyektif, dengan menggunakn data dan keajegan logika.
Kedua, orang terbuka rata-rata lebih mampu membedakan sesuatu dengan mudah, mampu melihat nuansa-nuansa.
Ketiga, orang yang bersifat terbuka lebih banyak berorientasi pada isi (content) ketimbang orangnya, bungkus atau polesan-polesannya.
Keempat, orang ini mau mencari informasi dari berbagai sumber, tidak hanya puas dengan satu nara sumber.
Kelima, ia lebih profesional dan bersedia tanpa malu-malu dan tanpa khawatir bersedia untuk mengubah kepercayaannya, keyakinannya, pendapatnya, jika memang itu terbukti salah.
Sifat Mereka Yang Tertutup
Pertama, ia suka menilai pesan berdasarkan motif pribadi. Orang dogmatis tidak akan memperhatikan logika suatu proposisi, ia lebih banyak melihat sejauh mana proposisi itu sesuai dengan dengan dirinya. Argumentasi yang obyektif, logis, cukup bukti akan ditolak mentah-mentah. “Pokoknya aku tidak percaya” begitu sering diucapkan orang dogmatis. Setiap pesan akan dievaluasikan berdasarkan desakan dari dalam diri individu (inner pressures). Rokeach menyebut desakan ini, antara lain, kebiasaan, kepercayaan, petunjuk perseptual, motif ego irasional, hasrat berkuasa, dan kebutuhan untuk membesarkan diri. Orang dogmatis sukar menyesuaikan dirinya dengan perubahan lingkungan.
Kedua, cara berpikirnya simplistis. Bagi orang dogmatis, dunia ini hanya hitam dan putih, tidak ada kelabu. Ia tidak sanggup membedakan yang setengah benar setengah salah, yang tengah-tengah. Baginya kalau tidak salah, ya benar. Tidak mungkin ada bentuk antara. Dunia dibagi dua: yang pro-kita dimana segala kebaikan terdapat, dan kontra-kita dimana segala kejelekan berada.
Ketiga, lebih banyak berorientasi pada sumber. Bagi orang dogmatis yang paling penting ialah siapa yang berbicara, bukan apa yang dibicarakan. Ia terikat sekali pada otoritas yang mutlak. Ia tunduk pada otoritas, karena seperti umumnya orang dogmatis ia cenderung lebih cemas dan mempunyai rasa tidak aman yang tinggi.
Keempat, kalau ia mencari informasi ia akan mencari dari sumber-sumbernya sendiri. Orang-orang dogmatis hanya mempercayai sumber informasi mereka sendiri. Mereka tidak akan meneliti tentang orang lain dari sumber yang lain. Pemeluk aliran agama yang dogmatis hanya mempercayai penjelasan tentang keyakinan aliran lain dari sumber-sumber yang terdapat pada aliran yang dia anut.
Kelima, secara kaku mempertahankan dan membela sistem kepercayaannya. Berbeda dengan orang terbuka yang menerima kepercayaannya secara provisional, orang dogmatis menerima kepercayaannya secara mutlak. Orang dogmatis kuatir, bila satu butir saja dari kepercayaanya yang berubah, ia akan kehilangan seluruh dunianya. Ia akan mempertahankan setiap jengkal dari wilayah kepercayaanya sampai titik darah penghabisan.
Dan yang terakhir, ia tak mampu membiarkan inkonsistensi. Orang dogmatis tidak tahan hidup dalam suasana inkonsisten. Ia menghindari kontradiksi atau benturan gagasan. Informasi yang tidak konsisten dengan desakan dari dalam dirinya akan ditolak, didistorsi, atau tidak dihiraukan sama sekali.
Agar komunikasi interpersonal yang kita lakukan melahirkan hubungan interpersonal yang efektif, dogmatisme harus digantikan dengan sikap terbuka. Tentu, bersama-sama dengan sikap percaya dan sikap sportif. Sikap terbuka mendorong timbulnya saling pengertian, saling menghargai, dan –yang paling penting- saling mengembangkan kualitas hubungan kita sendiri.

PRAMONO ANUNG GAET FATAYAT NU

REPORTER : AMEL DAHLIA

HARI/TGL : SABTU,28 MARET 2009

LOKASI : KEDIRI, JAWA TIMUR

BERBAGAI CARA DILAKUKAN PARA CALON LEGISLATIF UNTUK MENARIK SIMPATI MASYARAKAT / SEPERTI SEKJEN PDI PERJUANGAN PRAMONO ANUNG MISALNYA / MENCOBA MENGGAET RIBUAN JAMIYAH FATAYAT NU DI KEDIRI JAWA TIMUR //

MINGGU 29 MARET 2009 SEKITAR PUKUL 09.00 WIB / SEKJEN PDI PERJUANGAN PRAMONO ANUNG AKAN MENGHADIRI PENGAJIAN AKBAR DI KEDIAMAN SALAH SEORANG CALEG PDI PERJUANGAN DPRD KAB. KEDIRI / DI DESA BADAL KEC. NGADILUWIH // SAAT DI KONFIRMASI MELALUI TELPON GENGGAM / PRAMONO MENGATAKAN AKAN MELAKUKAN SOSIALISASI PEMILU LEGISLATIF DI DEPAN RIBUAN JAMIYAH FATAYAT NU YANG HADIR DI ACARA TERSEBUT // HAL ITU DILAKUKAN SEKALIGUS UNTUK MENARIK SIMPATI MASA //

JAUHAROH ASRORI / KETUA FATAYAT NU ANAK CABANG NGADILUWIH MENGATAKAN / TIDAK KEBERATAN DENGAN RENCANA KEDATANGAN SEKJEN PDI P TERSEBUT // MESKI KUNJUNGAN PRAMONO ANUNG NANTI MENGANDUNG MUATAN POLITIK / JAUHAROH MENILAI PEMILU SAAT INI LEBIH BERSIFAT DEMOKRATIS ///

Senin, 20 April 2009

Minggu, 19 April 2009

Tak punya lapangan olahraga,alun-alun pun jadi


Minimnya ruang terbuka yang tersedia di kota Kediri membuat warga kesulitan untuk melakukan berbagai kegiatan,seperti yang di alami sejumlah siswa SDN Kampung Dalem 4 Kediri yang tidak memiliki lapangan olahraga.
  Alun-alun kota Kediri yang berada di jalan Panglima Sudirman menjadi alternatif bagi para siswa yang SDN Kampung Dalem 4 untuk melakukan kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler.Menurut Suwardi guru olaharaga SDN Kampung Dalem 4 Kediri,sejak tahun 1998 aktivitas olahraga para siswa dilakukan di alun-alun karena tidak memiliki lapangan olahraga.”Tidak ada pilihan lain,walaupun sempit alun-alun tetap kita manfaatkan untuk kegiatan olahraga para siswa”.Masih menurut Suwardi,sekrang kondisinya semakin parah,demi mempersiapkan lomba Adipura,pemkot Kediri tega menghilangkan ruang terbuka di alun-alun dengan menanami sejumlah lahan untuk proyek pertamanan.
  Alvian salah seorang siswa kelas 5 SDN Kampung Dalem 4 Kediri merasa terganggu dengan kondisi alun-alun yang semakin sempit.Lain halnya dengan Bambang teman sekelasnya,yang merasa nyaman dan asyik bermain meskipun alun-alun sudah semakin sesak..”Walaupun sempit saya tetap senang karena banyak penjual jajan” ungkap siswa yang berbadan tambun tersebut.amel/ki


Sayembara Pidana Pemilu Arly, Pelapor Dijanjikan Rp 15 Juta


Sayembara Pidana Pemilu Arly, Pelapor Dijanjikan Rp 15 Juta
SIDOARJO | SURYA -Warga Sidoarjo yang melaporkan dugaan pelanggaran pidana pemilu akan diganjar Rp 5 juta, bahkan akan ditambah Rp 10 juta bila kasus itu terbukti di pengadilan.
Hadiah menggiurkan ini merupakan bagian dari sayembara yang dibuat Ketua DPRD Sidoarjo, Jawa Timur, Arly Fauzi. Ia akan merogoh kantongnya untuk menyediakan hadiah itu. “Hadiah tersebut akan saya berikan bagi lima pelapor pertama terhitung sejak Kamis (26/3) pekan ini. Namun pelanggaran itu khusus terjadi di dapil (daerah pemilihan) I dan II Sidoarjo,” kata Arly di Gedung DPRD Sidoarjo, Selasa (24/3).
Dapil I terdiri atas Kecamatan Sidoarjo dan Candi, sedangkan Dapil II meliputi Krembung, Porong, Tanggulangin, dan Jabon. Dapil I, kata caleg PKB ini, dipilih karena ia bertarung di situ, sedangkan Porong di Dapil II adalah tempat tinggalnya.
Ia mengaku tidak mencari popularitas dengan sayembara itu, tetapi mencoba menjauhkan pemilu kali ini dari pelanggaran pidana. Menurutnya, pelanggaran seperti politik uang dan kampanye hitam mengganggu masyarakat. “Ini murni bentuk partisipasi saya sebagai anggota masyarakat untuk menyukseskan pemilu di Sidoarjo. Lewat sayembara ini, saya ajak masyarakat turut menyukseskan pemilu,” jelas Arly.
Dihubungi terpisah, Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Sidoarjo Qomarud Zaman mengaku merasa terbantu. Melalui sayembara itu masyarakat akan terangsang melaporkan dugaan tindak pidana pemilu. Hal itu justru memperingan kerja Panwas Kabupaten Sidoarjo. “Untuk hadiah uangnya, itu urusan internal beliau (Arly) dan Panwas tidak mau ikut campur,” ucap Zaman.
Di Sidoarjo telah terjadi dua kasus dugaan pidana pemilu yang melibatkan Machmudatul Fatchiyah dan Abdul Ghofar. Masing-masing adalah calon anggota legislatif DPRD Sidoarjo dari PKB dan PPP.
Pengadilan Negeri Sidoarjo memutus bebas Machmudatul yang didakwa melanggar Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu. Adapun kasus Ghofar tidak diteruskan karena saksi yang diajukan Panwas enggan memberikan keterangan.mif/kcm